Minggu, Juli 04, 2010

Bahasa Kalbu

Di saat rembulan menampakkan sinarnya
Di saat bintang bersinar cemerlang
Di saat itu pula hatiku gelisah dan takut
Dahaga ini semakin mencekam

Akankah selembar bahasa
Di balik deru desir angin malam
Memberikan angan-angan
Suatu kata indah yang keluar dari mulutku
Justru menusuk tajam, membelah hatiku

Adakah dibalik sendu rembulan
Dan tangisan bintang
Memberikan setetes penawar
Dari panasnya asaku ini

Tapi itu tak mungkin
Karena rembulan dan bintang
Berusaha jauh meninggalkan ku

Terkadang cinta memang tak harus memiliki
Tapi, jika cinta itu adalah anugerah
Dari Tuhan yang paling mulia

Apakah kita tidak berdosa
Jika kita tidak memiliki cinta yang kita rasakan
Yang tak berani tuk diungkapkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar